Moderator
Sesepuh BinProf

Nilai Member: +1000/-0
Posts: I am a geek!!
77855.00 Poin
View Inventory

Profesi: Webmaster
Usia: 28
Status: Lajang
|
 |
« on: November 08, 2008, 01:26:17 PM » |
|
Presiden AS terpilih, Barack Obama, akan dihadang masalah besar krisis ekonomi dan juga warisan buruk diplomasi internasional yang ditinggalkan Presiden George Walker Bush. Jutaan warga sudah menaruh harapan padanya, padahal sudah hampir bisa dipastikan bahwa Obama tidak akan bisa mengatasi semua itu. Namun, bisa dipastikan bahwa arah kebijakan Obama selama di Gedung Putih akan bersifat pro- rakyat.
”Tidak ada jalan pintas menghadapi sejumlah masalah,” kata Peter Loge, pengajar di George Washington University, kepada Kompas di Boston, AS, Kamis (6/11). Loge adalah juga penasihat politik sejumlah kandidat senator dan DPR AS.
”Presiden Obama menghadapi defisit anggaran yang akut, kekacauan sistem kesehatan, dan buruknya sistem pendidikan,” lanjutnya.
”Akan tetapi, saya paham, Obama itu orangnya cermat dan melakukan tugas yang terukur dan tertata. Dia akan mencoba mengutamakan distribusi pendapatan, perbaikan pelayanan kesehatan yang terjangkau. Dia juga akan memberi porsi perhatian besar pada cara-cara mengatasi kemiskinan,” kata Loge.
Kebijakan internasional yang dianut Obama akan ditujukan pada pemulihan relasi internasional. Lagi-lagi hal ini akan dilakukan secara lebih tertata. ”Dia akan memilih berdialog dulu ketimbang langsung menyimpulkan untuk berperang. Timnya akan dilengkapi dengan orang-orang cerdas, kalem, dan berkualitas tinggi. Obama tidak akan bertindak sendiri, dia akan mendengarkan nasihat dari orang-orang terbaik,” kata Loge.
Program bantuan berkurang
Untuk urusan luar negeri, Profesor Paul Niwa, pengajar di Emerson College, Boston, mengingatkan, untuk urusan internasional, program-program bantuan mungkin akan dikurangi. ”Ini sudah diingatkan Wapres Joe Biden karena kendala anggaran pemerintah,” kata Niwa.
Meski demikian, kemungkinan AS akan lebih mempercepat jadwal penarikan mundur tentara AS dari Irak, dengan tujuan mengurangi beban pengeluaran anggaran.
”Jadi, saya kira presiden berikut mungkin akan lebih melakukan hal yang lebih tepat ketimbang mengejar ambisi pribadi. Obama akan menjalankan kebijakan luar negeri yang lebih rasional dan berdasarkan realitas. Akan menyenangkan memiliki pemerintahan yang arah kebijakannya bisa diperkirakan,” lanjut Niwa.
”Pemerintahan Obama akan menjalankan pemerintahan yang bersayap tengah ketimbang sayap kiri atau kanan. Ini adalah gaya pemerintahan yang juga dijalankan mantan Presiden Bill Clinton,” kata wartawan Times News, Hank Hayes, yang tinggal di Kongsport, Tennessee.
Clinton yang berada di Gedung Putih pada tahun 1993-2001 juga berasal dari Partai Demokrat.
Profesor Mike Brown dari Emerson College juga mengatakan, Obama akan meniru gaya pemerintahan Nelson Mandela. ”Saat Mandela terpilih sebagai presiden, ketimbang membalas dendam, dia memilih rekonsiliasi. Saya melihat Obama akan melakukan hal serupa,” ujarnya.
Obama sudah menyatakan akan mengajak Republik untuk bekerja sama. ”Saya yakin, banyak, jika tidak semua, dari yang dia janjikan akan dia wujudkan. Obama akan mengobati kekecewaan warga, termasuk menyatukan bangsa,” kata Brown.
|