Bener gak nih?
Sumber : Poskota
----------------------
Dosen UI Mengaku Jalinan Cinta
Sabtu 1 November 2008, Jam: 9:22:00
JAKARTA (Pos Kota) – Heboh skandal seks antara dosen UI dan
mahasiswanya kian terkuak. Sang dosen mengaku hubungan terjadi
berkali-kali tanpa paksaan karena keduanya menjalin cinta. Sedangkan
si cewek mengatakan dia diperkosa dan hanya terjadi satu kali.
Aib yang terjadi di kalangan akademisi itu makin ramai jadi
perbincangan setelah Ind,22, gadis yang mengaku diperkosa oleh
Nas,
dosen FH UI mengadu ke polisi. Namun masing-masing bertahan pada
argumennya.
Nas, yang dituduh memperkosa dan melakukan pelecehan seksual terhadap
sejumlah mahasiswa membantah. Pengakuan Nas, dia berhubungan khusus
selama setahun lebih. "Tiga bulan saat dia berstatus mahasiswa, lalu
setahun setelah ia kerja hubungan tetap berlanjut," kata Nas ketika
dihubungi Pos Kota, Jumat (31/10).
Awal kedekatan antara dua insan ini, kata Nas, ketika ia menjadi dosen
pembimbing Ind pada awal Tahun 2007. Hubungan yang makin intens
menimbulkan rasa suka antara keduanya. "Saya pikir manusiawi saja,
saya duda dan dia juga masih sendiri," lanjut Nas yang menduda sejak
tahun 1998.
Hubungan makin intim hingga terjadilah hubungan terlarang. "Sama
sekali tanpa paksaan," ungkapnya sambil menambahkan hubungan intim
terjadi berulang kali setiap mereka bertemu.
Menurut Nas, sejak awal berpacaran keduanya sudah komitmen bahwa bila
Nas rujuk dengan mantan istrinya hubungan dengan Ind tak bisa
dilanjutkan. Sebaliknya bila rumah tangga Nas tak berhasil diperbaiki
mereka bisa menikah.
Persoalan muncul ketika Nas rujuk dengan istrinya pada April 2008.
"Dia tetap minta dinikahi, meskipun jadi istri ke dua ataupun nikah
siri." Tapi hal itu tak bisa dilakukan Nas karena tak ingin rumah
tangganya kembali hancur dan demi anaknya.
Apalagi anaknya tak mau melanjutkan sekolah bila kedua orang tuanya
tak rujuk. Nas juga menilai ada yang ingin mencari sensasi dibalik
kehidupan pribadinya.
Menanggapi tuduhan pelecehan 12 mahasiswi, Nas menampiknya. "Itu
fitnah. Tanya saja sama kalangan mahasiswa saya bagaimana tentang
saya," katanya.
DIPERKOSA SATU KALI
Lain lagi keterangan yang diberikan pengacara Shanti Dewi. Kasus
pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi UI yang dilakukan oleh
Nas sejak 1999. Meski sudah di laporkan ke pihak rektorat namum belum
juga di tanggapi.
"Meski sudah kami laporkan ke rerktorat tapi belum ada tanggapan
sehingga kami melaporkan kasus ini pada Polda Metro Jaya pada 10
Oktober lalu," ungkap Shanti Dewi, pengacara korban, Jumat (31/10).
Menurut Dewi, selain pelecehan seksual, ada juga korban yang
diperkosa. Modusnya beragam, salah satunya menjadi pembimbing skripsi.
"Saat ini kami sedang mengiventarisir berapa jumlah mahasiswi yang
menjadi korban pelecehan seksual itu," katanya.
Sementara itu Ind,22, gadis cantik alumni UI yang mengaku diperkosa
dan melapor ke Polda Metro Jaya kepada penyidik mengatakan peristiwa
yang menimpa dirinya itu terjadi 23 Mei 2007. Ketika itu korban akan
menyelesaikan skripsi.
Dosen sekaligus pengacara itu minta bertemu di Apartemen Ambasador,
Kuningan, Jakarta Selatan. Gadis itu menyanggupi untuk bertemu.
Sesampainya di aparteman, gadis itu lalu diajak naik ke lantai 11
alasannya kalau di loby Nas tidak bisa konsentrasi. Semula wanita
itupun menolak dan akhirnya mau diajak naik dan masuk kedalam kamar
apartermen tersebut.
Nas, lanjut Ind, lalu mematikan lampu di dalam ruangan tersebut. Dalam
keadaan gelap kata Mel, TN mendakati dirinya dan mengerayanginya,
korban berusaha melawan. Namun karena Nas terus memaksa, korban yang
mengaku belum pernah melakukan hubungan seks dengan siapapun,
celananya robek.
Setelah itu korban dalam keadaan kesakitan pulang ke rumah dan
memeriksakan diri ke rumah sakit di daerah Depok.
Ind yang dihubungi Pos Kota menolak berkomentar. "Saya tak mau
komentar," kata gadis berjilbab ini.
MINTA DIHUKUM
Orang tua Ind berharap pihak kepolisian dan UI melanjutkan yang
menimpa anaknya hingga ke pengadilan. "Pelaku seorang dosen tidak
sepantasnya melakukan perbuatan tidak terpuji," kata Ny.Ni, yang
dijumpai di rumahnya kawasan Jakarta Selatan, Jumat (31/10) sore.
Menurut Ni, saat ini kondisi anaknya masih labil karena terus
mengingat kejadian yang dialami setahun lalu. Terkadang, anak kedua
dari tiga bersaudara ini marah-marah tak jelas kepada orang tua maupun
saudaranya. "Saya kasihan. Mudah-mudahan, ia bisa melupakan kenangan
pahit ini," tandasnya.
Sejak kuliah di FHUI, kata Ni, anaknya termasuk pintar dan mempunyai
indeks prestasi (IP) yang bagus dan lulus dalam kurun waktu 3,5 tahun.
Setelah mendengar anaknya dinodai, Ni kaget luar biasa. Bahkan,
ayahnya yang seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Jakarta Selatan
sempat pingsan. "Suami saya rasanya mau menghajar dosen itu.
Tega-teganya ia menghancurkan masa depan anak saya."
Saat ditanya kemungkinan adanya hubungan spesial antara anaknya dengan
sang dosen, Ni dengan tegas membantahnya. Ind sejak kuliah tidak
mempunyai pacar. "Jadi anak saya benar-benar diperkosa dan tidak
mempunyai hubungan apa-apa dengan dosen tersebut. Polisi harus
meneruskan kasus ini hingga ke pengadilan," harapnya.
http://www.poskota.... co.id/news_ baca.asp? id=46807& ik=2
(edi/wandi/tiyo/ ird)