Pesan ini menandakan bahwa Anda belum bergabung pada komunitas BincangProfesi.com. Silahkan melakukan login bila pernah mendaftar. Atau lakukan registasi bila Anda belum pernah mendaftar di situs ini. Welcome Guest , please login or register to access this forum.
July 28, 2010, 07:12:01 PM
Text SizeNew PostsNew Posts

Pages: [1]
Print
Author Topic: IMF Pelajari Keuangan Syariah  (Read 88 times) Average Rating: 0
Nomaden
*

Nilai Member: +0/-0
Posts: 37
125.00 Poin
View Inventory

Profesi: Radio DJ
Usia: 25

View Profile
« on: August 08, 2009, 06:00:58 PM »

Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mulai mempelajari keuangan syariah untuk melihat bagaimana hal itu dapat membentuk kembali system keuangan Barat. Sekretaris Jenderal General Council for Islamic Banks and Financial Institutions, Ezzedine Khoja, mengatakan para ahli finansial terus mencari model keuangan yang aman sebagai solusi di masa depan.

''Mereka melihat untuk mencapai hal itu juga melibatkan sistem keuangan syariah,'' kata Khoja saat berbicara di depan 700 pelajar peserta simposium bisnis di Universitas Bahrain, awal pekan ini sebagaimana dilansir dari gulfdailynews.com. Sejak sistem keuangan syariah diperkenalkan kembali pada 1975, industri ini berkembang pesat. Saat ini terdapat lebih dari 400 bank syariah yang beroperasi penuh dengan aset lebih dari 600 miliar dolar AS.

Setiap tahunnya, keuangan syariah tumbuh lebih dari 35 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh lahirnya institusi baru dan yang melakukan konversi atau menawarkan produk syariah.IMF dan Bank Dunia mendapat tekanan hebat dari berbagai pemimpin dunia termasuk Presiden Prancis dan Presiden Cina atas krisis keuangan global yang terjadi sejak setahun lalu. Lemahnya sistem finansial yang dibangun menjadi kritik mereka dan mendesak diformulasikannya sistem baru yang jauh lebih aman.

Dua pertemuan institusi ekonomi dunia beberapa waktu lalu, APEC dan G-20 pun meminta adanya reformasi sektor keuangan global, termasuk lembaga yang menjadi pusat operasinya. Negara seperti Amerika Serikat (AS), seperti selalu ditegaskan Presiden George W Bush, tetap menganggap sistem keuangan saat ini bagus dan hanya memerlukan sedikit reformasi.

Sementara, Bahrain sendiri saat ini menjadi salah satu pusat keuangan syariah. Simposium bisnis yang diselenggarakan bagi pelajar yang datang dari berbagai penjuru dunia itu diharapkan memberi manfaat bagi mereka.''Kalian, para pelajar, adalah asset utama bagi perbankan syariah di masa depan,'' kata General Manager Khaleeji Commercial Bank, Fuad Taqi, yang menjadi salah satu pembicara.

Taqi mengatakan pertumbuhan industri syariah tak hanya dikarenakan hadirnya sejumlah pemain baru. Namun juga bank-bank Negara barat yang mapan seperti HSBC dan Citibank yang ikut menawarkan pelayanan syariah kepada nasabahnya.Menurut Pemimpin Komite Simposium, Abdulla Bucheeri, tujuan utama seminar ini mengedukasi pelajar mengenai peran dan tujuan bank dan keuangan syariah.

''Sejumlah praktisi hadir memberikan penjelasan perbedaan institusi keuangan syariah dan tradisional serta bagaimana keuangan syariah dapat memberi perbedaan,'' kata Bucheeri. Di masa krisis ekonomi seperti saat ini industri keuangan syariah tak terkena dampak sebesar institusi tradisional.

Republika, 26/12/08
Pages: [1]
Print
 
Jump to:  


Check PageRank
Loners-Club.com