Nomaden

Nilai Member: +0/-0
Posts: 52
|
 |
« Reply #8 on: January 20, 2010, 12:53:32 PM » |
|
Denpasar (SIB) Pencuri uang nasabah BCA diduga memiliki jaringan atau peralatan canggih. Uang seorang nasabah hilang setiap 20 detik dan itu dari sejumlah ATM yang tersebar di Bali secara simultan. Seorang nasabah BCA Kuta yang tidak mau disebut namanya menceritakan kepada detikcom, Rabu (20/1). Setelah uangnya hilang dia minta penjelasan ke BCA kapan dan bagaimana uangnya hilang. Dari pelacakan BCA hari Senin (18/1), pada Sabtu (16/1) dia kehilangan Rp75 juta. Rinciannya, 1 transaksi Rp5 juta, 6 transaksi masing-masing Rp10 juta dan 5 transaksi masing-masing Rp2 juta, total Rp75 juta. Pada Minggu (17/1) kembali dia kehilangan uang Rp70 juta, sebuah transaksi bahkan terjadi pukul 04.00 Wita dini hari. Transaksi tercatat di sejumlah ATM seperti di Waterboom Kartika Plaza, Glory Restaurant dan Teuku Umar. “Setiap transaksi terjadi dalam jeda 20 detik tapi di sejumlah ATM yang tersebar itu sekaligus. Cepat sekali berpindahnya, Mas. Saya ragu pelaku sungguh ada di depan ATM,” kata korban yang sudah mengadukan kasusnya ke polisi ini. Dia menjelaskan dia memakai kartu ATM BCA Platinum dengan limit pengambilan uang Rp75 juta per hari. Kartu ini juga masuk dalam jaringan Cirrus. Dia pun selalu memakai mobile banking dan tidak pernah memakai ATM. Sementara transaksi misterius itu tercatat sebagai transaksi ATM Interchange atau transfer non tunai. Bahkan ada transaksi dengan jumlah ganjil yaitu Rp9.827.520. “Apa uang saya diambil dalam US Dollar? Jadi angka rupiahnya aneh,” kata dia. Pembobolan Dana Nasabah BCA Didalangi Orang Rusia Raibnya jutaan dana sejumlah nasabah BCA di Bali sama dengan modus pembobolan di Jakarta. Komplotan ini diotaki orang Rusia. Pelaku yang berjumlah dua orang tersebut membiayai dan meminjamkan alat-alat yang digunakan pelaku di Indonesia untuk beraksi di Jakarta dan Bali. “Saat ini orang Rusia tersebut bermukim di Toronto, Kanada, dan berumur di kisaran 50 tahunan,” ujar Ruby Alamsyah, analis digital forensik yang ikut mendampingi kepolisian mengusut kasus ini. Sementara orang Indonesia yang beraksi di Jakarta dan Bali, lanjutnya, cuma dimanfaatkan jadi kaki tangannya. “Si orang Rusia yang membiayai, mengotaki dan memberikan belasan alat skimmer (untuk mencuri identitas di kartu ATM),” tukas Ruby kepada detikcom, Rabu (20/1). Dari data yang dicuri tersebut lalu dimasukkan ke dalam kartu ATM bodong, untuk kemudian bisa digunakan untuk menarik dana di sejumlah tempat. Kepolisian sendiri saat ini sudah menangkap kaki tangan si orang Rusia yang berjumlah 6 orang. Mereka beraksi di Jakarta dan kasusnya sekarang sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara kasus dengan modus sama yang terjadi di Bali beberapa hari ini juga diduga kuat terjadi dengan kasus yang terungkap di Jakarta pada Oktober 2009 lalu tersebut. “Sebab modus dan cara kerja yang digunakan sama. Mereka sama-sama menggunakan alat skimmer dan kamera. Alat-alat ini yang dipinjamkan orang Rusia tersebut,” pungkas Ruby. Kasus pembobolan rekening bank di Bali memang penuh misteri. Selain nasabah BCA, sejumlah nasabah bank lainnya, seperti BNI dan Bank Permata juga dibobol. Bahkan, ada nasabah yang mengaku tak pernah bertransaksi lewat ATM. Namun, dalam print out diketahui ada pembobolan rekeningnya melalui ATM. Polisi Bali Duga Pelaku Pasang Kamera di ATM Modus pencurian uang nasabah BCA Kuta diduga berasal dari pemasangan kamera perekam di sekitar mesin ATM. Setelah kamera berhasil merekam data nasabah, pemasang lalu membuat ATM abal-abal untuk menyedot dana nasabah. “Kita menduga proses pembobolan ini dilakukan dengan cara pelaku memasang alat perekam di ATM untuk merekam data nasabah,” ujar Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana saat dihubungi wartawan, Rabu (20/1). Setelah mendapatkan data nasabah, secepat mungkin pelaku membuat kartu ATM palsu. “Saat itu juga pelaku langsung membobol uang nasabah,” jelasnya. Aksi pembobolan diketahui dalam rentang waktu Sabtu 16 Januari 2010 hingga 20 Januari 2010. Setidaknya 5 nasabah BCA mengadukan kasus pencurian simpananannya ke Polsek Kuta pada Minggu dan Senin (18-19 Januari). Dugaan modus pemasangan kamera ini sebelumnya juga dilansir oleh polisi Polda Metro Jaya. Statemen resmi BCA menyatakan, kasus di Bali terjadi karena terjadi pengintipan PIN nasabah oleh orang yang tak berhak saat nasabah melakukan transaksi di ATM beberapa waktu silam. Polisi: Pelaku Bisa Saja Pakai Kamera Kecil Mabes Polri melansir simpanan 12 nasabah BCA, BNI dan Bank Permata di Bali digangsir orang jahat. Di Jakarta, laporan serupa belum tercatat meski ada juga nasabah yang mengalami nasib serupa. “Saya belum tahu laporannya. Kalau belum ada laporan bagamaina mau komentar,” ujar Kasat Cyber Crime AKBP Tommy Watuliu di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/1). Menurut Tommy, kasus itu bisa terjadi kemungkinan pelaku menggunakan kamera kecil. “Kemungkinan sih banyak modus. Itu bisa saja lewat skinner. Kamera kecil,” jelasnya. Namun Tommy tak menjelaskan lebih rinci bagaimana modus pelaku yang menggunakan kamera kecil. Namun menurut sumber-sumber, kamera kecil itu bisa direkatkan bandit di dekat mesin ATM. Dengan alat itu, bandit bisa merekam pergerakan tangan nasabah saat memencet PIN. Dengan modus inilah PIN bisa ditiru dan rekening bisa dibobol. Sebelumnya, BCA menyatakan, insiden yang terjadi di BCA diduga akibat pengintipan PIN oleh orang yang tak berhak. Tommy juga meminta masyarakat agar sering mengecek simpanannya. “Secara periodik rajin mengecek saldo rekening,” sarannya. Polisi Bekuk 6 Pembobol BCA, Diyakini Terkait Pembobolan di Bali Pembobolan jutaan dana nasabah BCA yang saat ini tengah marak di Bali, ternyata sudah terlebih dahulu terjadi di Jakarta. Bahkan, pihak kepolisian sudah membekuk 6 pelaku. Ruby Alamsyah, analis digital forensik yang ikut mendampingi kepolisian mengusut kasus ini mengatakan, pimpinan dari komplotan pelaku ini berinisial A. Mereka ditangkap Oktober 2009 lalu. “Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujar Ruby kepada detikcom, Rabu (20/1). Ruby sendiri meyakini bahwa sindikat pembobol nasabah bank ini terkait dengan para pelaku yang saat ini tengah gerilya di Bali. “Kalau kita lihat dari modus yang digunakan, pelaku di Bali merupakan kaki tangan yang di Jakarta,” tukasnya. Jumlah Nasabah Bank di Bali yang Simpanannya Raib Terus Bertambah Jumlah nasabah bank di Bali yang uangnya hilang secara misterius dari rekening terus bertambah. Setidaknya ada 7 nasabah baru yang melapor ke polisi karena mengalami hal tersebut. “Yang lapor ke Poltabes Denpasar 5 orang dan di Polda Bali 2 orang,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Rabu (20/1). Sugianyar menjelaskan, ketujuh nasabah itu mengaku mengetahui uangnya hilang pada Minggu 17 Januari. Namun Sugianyar tidak memerinci jumlah kerugian yang dialami masing-masing nasabah. “Mereka bukan cuma nasabah BCA, tapi juga ada nasabah Bank Permata dan Bank BNI cabang Kuta,” kata Sugianyar. Menurut Sugianyar, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab raibnya uang para nasabah bank tersebut. Sampai saat ini, sambung Sugianyar, unit Cyber Crime Polda Bali masih melakukan penyelidikan. “Dan Pak Kapolda juga mengimbau agar para nasabah berhati-hati menyimpan nomor PIN. Kita juga meminta pihak bank untuk melengkapi ATM-nya dengan CCTV sehingga semua aktivitas di lokasi itu bisa terekam,” ungkap Gianyar. Belum Lapor Diperkirakan masih ada lagi sejumlah nasabah bank yang juga kehilangan dana di rekeningnya. Sebab tidak semua yang mengalami kejadian tersebut telah melapor ke polisi. Para nasabah beralasan masih menunggu itikad baik pihak bank. Hadmawan misalnya, nasabah BCA cabang Kuta ini mengaku dananya sebesar Rp 32 juta tiba-tiba raib dari rekeningnya. Padahal dia tidak pernah melakukan transaksi apa pun. “Saya baru lapor ke bank saja. Ya disuruh menunggu selama 1 minggu,” ungkap Hadmawan. Hal yang sama juga diungkapkan nasabah BCA cabang Kuta lainnya, Nyoman Puja. Dia mengaku kaget saat mengetahui rekeningnya berkurang Rp 80 juta secara misterius. “Saya juga menunggu kepastian dari bank dulu,” ungkap warga Kabupaten Gianyar ini. Mabes Polri Kirim Tim ke Bali Tangkap Pembobol Rekening Mabes Polri mengirimkan tim untuk membantu kerja Poltabes Denpasar untuk membongkar pembobolan rekening bank. Diharapkan pelaku bisa segera ditangkap. “Kita sudah menurunkan tim dari Mabes Polri, 1 tim dari Dir Eksus untuk memback-up Poltabes Denpasar, untuk melakukan pengusutan,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (20/1). Polri belum bisa memastikan apa motif atau jenis kejahatan pembobolan yang dilakukan. “Katakanlah kejadian ini kebobolan atau kurangnya rekening nasabah karena sistem atau kerjasama dengan orang dalam,” terangnya. Dia menjelaskan, peristiwa pembobolan ini pun baru berlangsung beberapa hari lalu. “Dalam Minggu terakhir, sementara baru di Denpasar,” terang Edward. Polri Terima Laporan Bank Mandiri Juga Bobol Polri telah menerima laporan dari sejumlah bank terkait pembobolan Rekening. Koordinasi masih dilakukan pihak Polri dengan instansi pengawasan bank. “Yaitu BCA, Mandiri, Permata, dan BNI,” terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (20/1). Data ini diperoleh berdasarkan laporan sejumlah nasabah yang kehilangan uangnya. “Itu ada 16 nasabah dari keempat bank tersebut. Kerugian Rp 1-5 juta,” imbuhnya. Sedang pertemuan dengan pihak bank, Edward menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan bank. Namun sayangnya, pihak bank belum juga datang ke Mabes Polri. Polisi Sita 70 Sim Card, Puluhan Buku Tabungan & ATM Polisi membekuk 5 tersangka penipuan lewat phone banking nasabah. Dari tangan pelaku, polisi menyita 70 sim card ponsel. Tiap kartu isinya 1 sampai 10 rekening korban. Selain itu, polisi menyita antara lain puluhan buku tabungan dari berbagai bank swasta yaitu 8 buku rekening BCA, 12 BNI, 7 Bank Mandiri, 12 buku BRI, 8 Bank Niaga, 2 Danamon, 2 Mega, 1 Jatim, 2 Kaltim. Selain itu juga ditemukan 5 kartu ATM Mandiri, 5 ATM BRI, 2 BNI, 1 Mega,1 BCA, 1 Bukopin, 1 Sumsel, 1 Bank Naga, 4 buku rekap pin rekening serta 16 HP. “Disita juga1 mobil Avanza, 1 TV, 1 motor dan uang tunai Rp 24 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Adex Yudiswan, di Polres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta, Rabu (20/1). Menurut Adex, penipuan ini bukan termasuk cyber crime karena tersangka tidak menggunakan komputer. Latar belakang tersangka tidak ada yang berhubungan dengan teknologi. “Semua tersangka tamatan SMU. Jadi mereka belajarnya otodidak,” ujar dia. Di dekatnya dipamerkan 5 tersangka yang terus menunduk. Sebanyak 3.000 orang diduga tertipu modus penipuan ini dengan kerugian Rp 300 miliar. BCA Ganti Uang Nasabah Korban Pencurian Canggih Bank Central Asia (BCA) mengganti sejumlah uang milik nasabahnya yang dicuri dengan modus canggih. Para nasabah berharap pelaku terus diusut. “Uang saya sudah diganti semua oleh BCA,” kata seorang korban yang tidak ingin disebut namanya kepada detikcom, di Denpasar, Rabu (20/1). Nasabah ini sebelumnya mengadukan kasus pencurian tersebut ke Polsek Kuta pada Senin 18 Januari. Uangnya yang hampir mencapai Rp 150 juta kini sudah berada di rekening. Seorang nasabah lain menambahkan uangnya dan uang temannya juga sudah digantikan. “Tadinya dijanjikan 2 minggu, namun setelah ramai langsung cepat diganti,” ujarnya. Meski demikian, lanjut dia, ada nasabah kehilangan Rp 34 juta dan belum menerima penggantian. Walaupun BCA mengganti uang mereka, mereka berharap pelaku tetap ditangkap. “Saya bersyukur mereka tanggung jawab kepada nasabah, walau belum menemukan pelaku dan pemecahan masalah ini,” pungkasnya.
|