Mungkin seleksi alamnya sekarang lebih dasyat, yg jahat banyak yg meninggal. Moga-moga bener deh kalo yg jahat banyak meninggal..
Kalau bahasa original dari saya adalah "Gelaraning Sejarah Alam", yg artinya bahwa Jagad Alam ini sangat kompleks, semua punya Alam sendiri2, Malaikat, Setan, Manusia punya alam sendiri, dan karena ciptaan Tuhan/Allah serba seimbang maka tiap2 alam itupun terbagi menjadi dua yaitu alam mikro dan alam makro.
Manusia, Malaikat, Setan, Hewan, Tumbuhan....semuanya punya alam mikro dan makro, alam mikro adalah alam dirinya sendiri, seperti raga, rasa, nafsu, perasaan, jiwa, dsb. Sedangkan alam makro adalah tempat atau wadah tiap2 habitat seperti alam dunia/Bumi, alam dimensi Setan, Malaikat.
Baik alam makro atau mikro keduanya mempunyai batas2 / ED sendiri2, menurut pendapat saya bahwa "Setiap Zaman akan punya tantangan dan jawaban sendiri-sendiri", nah kalau memang demikian, tidak bisa dikatakan bahwa seleksi alam sekarang lebih dasyat, karena kalau kita mundur sekian puluh tahun kebelakang bahwa pembantaian oleh bangsa Belanda maupun Jepang terhadap orang2 pribumi saat itu malah lebih dasyat.
Atau kejadian meletusnya gunung Merapi : Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besarnya di tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan letusan tersebut menyebabkan Kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri dan memberikan peluang bagi muslim untuk menjadi penguasa. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1.400 orang (Sumber :
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/5/8/l3.htm).
Nah semua kejadian diatas adalah juga merupakan Proses seleksi alam, dan proses seleksi alam tidak akan memilih-milih yg jahat dibinasakan atau yg baik disisakan, Seleksi alam tetap akan senantiasa berlaku Objektif pada sistem Tuhan yaitu hukum keseimbangan, karena benar-salah, Jahat-tidak jahat itu juga merupakan sebuah kekomplitan sistem Tuhan, tidak mungkin salah satu hilang (saya berani jamin). Nah yang terpenting adalah bagaimana kita mensikapinya dengan bijak. Salam Damai.